Kisah Anggun Jadi Wanita Jawa 'Palsu' Selama Berkarir di Tanah Eropa
Tahun 90an silam, Anggun adalah penyanyi yang namanya meroket di Tanah Air, terutama di kalangan pecinta musik. Kala tu Ia sempat merilis 4 studio album dengan beberapa single hits seperti Mimpi dan Tua-Tua Keladi. Namun kesuksesan di Tanah Air tak membuatnya cepat puas. Ia ingin melebarkan sayapnya ke Ranah Eropa.
Tahun 1994, ketika usianya 20 tahun, Anggun membuat sebuah perjudian. Ya, Ia menjual recording label-nya untuk membiayai 'petualangan' barunya di Eropa. Kala itu, penyanyi bersuara emas ini memilih London sebagai destinasi awalnya.
Anggun mengaku kesulitan menembus persaingan industri musik di Eropa pada awalnya. Bahkan, ibu satu anak itu sempat mengalami krisis keuangan selama berada di London. Uang hasil dari penjualan studionya habis dipakai untuk biaya hidupnya.
"Aku punya mimpi untuk berkarir Internasional, tapi produser (musik) tak akan datang ke Indonesia untuk mencari talenta, karen banyak sekali di negara mereka juga banyak yang bertalenta. Aku harus ke sana. Aku penasaran, dan aku pikir ini waktu yang tepat untuk berubah. Di Indonesia, kita tidak punya banyak informasi masuk, hanya dari satu atau dua sumber saja. Dan Internet dulu masih belum sebesar sekarang," ungkap Anggun di sebuah interview bersama Billboard Magazine.
Anggun tak lantas menyerah begitu saja. Meski harus naik bis untuk ke mana-mana demi menghemat uang, Ia tetap mencoba dan berusaha demi meniti karirnya di Tanah Eropa. Bahkan saking desperate-nya, wanita yang kini berusia 43 tahun itu juga sempat ke club-club, mempromosikan diri sebagai penyanyi.
Dari sana, Anggun merasa jika dirinya harus berubah. Seperti diketahui, Ia memiliki darah Jawa yang kental, yang membuatnya punya sifat malu-malu atau sungkanan. Anggun lalu membuang jauh sifat kolotnya itu dan berubah jadi sosok yang lebih berani dan pede, meski sebenarnya 'palsu' alias bukan dirinya sendiri, seperti dikutip dalam salah satu interview-nya bersama majalah Trax tahun 2006 silam.
Sayangnya, sample-sample lagu yang dikirimkan Anggun ke beberapa studio rekaman di Inggris selalu dikembalikan dan mendapat respon negatif. Anggun lalu mulai mempertimbangkan untuk mencoba peruntungan di negara lain, di mana pilihannya jatuh pada Prancis.





Comments
Post a Comment